Hai sobat, tahukah kamu..
Kalau ruang publik di Indonesia masih belum sepenuhnya aksesibel bagi tunanetra. Akses yang minim dapat menyebabkan tuna netra kesulitan ketika berpergian ke luar hingga rentan mengalami kecelakaan.

Gambar1. Ilustrasi seorang tunanetra sedang jalan dengan tongkatnya
Untuk itu, teman netra butuh bantuan navigasi agar mereka dapat aman dan nyaman dalam beraktifitas.
Melihat masalah tersebut, sekelompok mahasiswa kemudian mencari solusi yang bisa membantu masalah tersebut.
Mereka membangun aplikasi agar teman-teman netra dapat bernavigasi menuju tempat tujuan secara mandiri dengan mudah. Aplikasi tersebut bernama PetaNetra.

Gambar 2. 5 team PetaNetra (Felicia Stevanie U, Jessi Febria, Graciella Gabrielle A., Roshani Ayu Pranasti dan Yafonia Hutabarat)
Bagaimana Penggunaannya

Pengguna cukup mengunduh aplikasi PetaNetra di gawai mereka. Kemudian, PetraNetra akan mendeteksi jalur yang telah direkam sebelumnya.
PetaNetra membantu teman netra bernavigasi mandiri di ruang publik
Yakni dengan cara memberikan instruksi rute menuju tempat tujuan, menginformasikan adanya belokan, maupun bahaya di sekitar.Pesan navigasi akan menunjukkan arah dan titik tertentu dalam area fasilitas publik.
Selain itu, sistem aplikasi PetaNetra memungkinkan setiap orang untuk berkolaborasi.
Yakni dengan membantu membuatkan jalan berbasis augmented reality (AR), mengedit dan mereview jalan di peta melalui aplikasi PetaNetra Map Editor.Sehingga jalur tersebut dapat digunakan oleh pengguna netra melalui app PetaNetra.

Gambar 3. PetaNetra Map Editor
Harapannya Ke Depan
Semoga PetaNetra dapat menjadi aplikasi asisten pribadi tunanetra yang membantu agar dapat bernavigasi mandiri di ruang publik dengan lebih aman.
